PSSI Pastikan Kabar Wasit Tewas di Bogor Adalah Hoaks

Logo Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai otoritas tertinggi sepak bola di Indonesia.
Sumber gambar: SATU INDONESIA.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai seorang wasit yang dilaporkan tewas setelah menjadi korban pengeroyokan massa di Bogor. Narasi tersebut dipastikan tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Isu mengenai insiden fatal dalam pertandingan sepak bola antar kampung (tarkam) di wilayah Bogor tersebut sempat memicu keresahan di tengah masyarakat. Pihak otoritas sepak bola nasional menegaskan bahwa tidak ada kejadian pengeroyokan yang menimpa perangkat pertandingan sebagaimana yang dinarasikan dalam unggahan yang tersebar luas tersebut.

PSSI mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya ke ruang publik. Terlebih lagi, berita yang menyangkut keselamatan nyawa seseorang sangat sensitif dan berpotensi menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu di lingkungan masyarakat.

Isu hoaks ini muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kinerja perangkat pertandingan di berbagai kompetisi sepak bola. Sebelumnya, dunia sepak bola memang tengah menyoroti sejumlah keputusan wasit yang dianggap kontroversial, baik di level nasional maupun internasional.

Salah satu sorotan tajam tertuju pada laga ASEAN Championship 2026 antara Singapura melawan Timnas Indonesia pada 7 Agustus lalu di Stadion Jalan Besar, Singapura. Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, bahkan mendesak Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perangkat pertandingan setelah adanya keputusan yang dinilai merugikan Skuad Garuda.

Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 tersebut, terdapat insiden ketika pemain Singapura melakukan backpass kepada kiper, namun sang penjaga gawang justru menangkap bola tersebut. Terkait aturan tersebut, Akmal Marhali menegaskan, "Padahal, menurut Laws of the Game, penjaga gawang tidak boleh menangkap bola jika bola sengaja ditendang oleh rekan setim."

Hingga saat ini, PSSI menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi terkait keamanan perangkat pertandingan di berbagai level kompetisi. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Iklan

News