Perusahaan diagnostik berbasis kecerdasan buatan (AI) asal Taiwan, Acer Medical Inc., secara resmi menyatakan ketertarikannya untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar strategis bagi pengembangan teknologi kesehatan berbasis AI. Langkah ini diambil seiring dengan upaya perusahaan untuk memperluas akses layanan medis di kawasan ASEAN.
Chairman sekaligus CEO Acer Medical Inc., Allen Chia En Lien, mengungkapkan bahwa besarnya populasi Indonesia serta kondisi geografis yang mencakup banyak wilayah terpencil menjadi peluang besar bagi penerapan teknologi AI. Inovasi ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan untuk mendapatkan akses diagnosis yang lebih baik.
“Indonesia adalah pasar yang sangat besar dan ada begitu banyak orang. Dan ada banyak orang yang tinggal di pulau-pulau terpencil, jadi saya pikir masuk akal jika kita menerapkan AI untuk membantu,” ujar Allen saat bertemu delegasi media di Kantor Acer Medical Inc., Kota New Taipei, Sabtu (22/8/2026).
Allen menjelaskan bahwa teknologi AI yang dikembangkan perusahaannya berpotensi diaplikasikan pada sejumlah bidang kesehatan krusial. Beberapa di antaranya meliputi penanganan diabetes, penyakit yang berkaitan dengan proses penuaan, glaukoma, serta gangguan pergerakan. Untuk merealisasikan ekspansi ini, Acer Medical berencana mencari mitra lokal, termasuk distributor, guna mendukung promosi dan operasional layanan di tanah air.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Dana Kerja Sama dan Pembangunan Internasional (International Cooperation and Development Fund/ICDF) Taiwan, Yu-Lin Huang, menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur energi dalam pengembangan teknologi AI skala besar. Ia mencontohkan kerja sama Taiwan dengan Paraguay dalam membangun pusat komputasi AI yang memanfaatkan energi listrik berbasis tenaga air.
“Contoh Paraguay didasarkan pada pengaturan mereka untuk menyediakan 2 gigawatt tenaga listrik berbasis tenaga air untuk Taiwan yang akan diubah menjadi komputasi AI. Jadi, listrik merupakan komponen utama dari inisiatif tersebut,” jelas Yu-Lin Huang.
Masuknya solusi teknologi AI ke ekosistem kesehatan nasional sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia dalam mempercepat transformasi digital di sektor publik. Integrasi teknologi ini diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi administrasi fasilitas kesehatan sekaligus membantu tenaga medis dalam memberikan diagnosis yang lebih akurat. Hingga saat ini, perkembangan mengenai kemitraan konkret antara perusahaan Taiwan dan pihak terkait di Indonesia masih terus dipantau seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan solusi kesehatan berbasis teknologi.