Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan imbauan resmi kepada pemerintah kabupaten di wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor dan Cianjur, untuk menutup sementara seluruh aktivitas pendakian gunung. Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu oleh musim kemarau panjang dan fenomena El Nino.
Dedi Mulyadi menekankan bahwa risiko kebakaran hutan saat ini sangat tinggi, tidak hanya karena faktor cuaca panas, tetapi juga akibat aktivitas manusia yang kurang disiplin di kawasan pegunungan. Ia menyoroti kebiasaan sebagian pendaki yang membawa rokok dan menyalakan api tanpa pengawasan ketat.
“Bupati Cianjur dan Bupati Bogor, serta daerah-daerah yang gunungnya digunakan untuk dilakukan apa namanya, kegiatan panjat gunung, sebaiknya ditunda dulu sementara,” ujar Dedi kepada awak media di Bandung, Sabtu (29/8/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan kekhawatirannya terkait potensi kelalaian yang bisa berakibat fatal bagi ekosistem hutan. “Karena banyak orang yang manjat gunung itu, itu bawa rokok dan bakar. Nah, sementara lah. Karena bikin bakar aja gak terkendali jadi kebakaran. Sementara ini menurut saya tunda dulu, karena tidak semua orang disiplin ya,” tambahnya.
Selain menyoroti jalur pendakian, Dedi Mulyadi juga meminta para kepala daerah untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Ia menginstruksikan agar setiap TPA diperketat dari potensi pemicu api, seperti penggunaan korek api dan rokok di area tersebut.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat tren kenaikan kejadian karhutla yang signifikan. Hingga 24 Agustus 2026, tercatat sebanyak 132 kejadian karhutla yang melanda 153 desa di Jawa Barat dengan total area terbakar mencapai 196,40 hektare. Kepala BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menyatakan bahwa puncak potensi karhutla diprediksi masih akan berlangsung hingga September 2026.
Senada dengan imbauan tersebut, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pipit Rismanto, turut mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pencegahan dini kebakaran. Ia mengimbau warga untuk tidak membakar sampah sembarangan dan lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan luar ruangan yang melibatkan penggunaan api di tengah kondisi cuaca kering saat ini.