Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Peru, Puluhan Rumah Dilaporkan Rusak

Petugas melakukan pemantauan di lokasi terdampak gempa bumi di Peru selatan.
Sumber gambar: SATU INDONESIA.

Wilayah Ayacucho di Peru bagian selatan diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 pada Kamis sore (20/8/2026). Peristiwa seismik ini menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban luka di beberapa distrik terdampak.

Badan Pertahanan Sipil Nasional Peru (Indeci) mengonfirmasi bahwa setidaknya dua orang mengalami luka-luka saat proses evakuasi di Distrik Coracora, Provinsi Parinacochas. Selain korban luka, guncangan tersebut merusak puluhan bangunan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa.

Kepala Indeci, Luis Vasquez, dalam keterangan pers di Lima menjelaskan rincian kerusakan yang terjadi di lapangan. "Di Distrik Pullo, Provinsi Parinacochas, kerusakan tercatat pada 23 rumah dan satu fasilitas kesehatan. Sementara itu, di Kota Puquio, Provinsi Lucanas, ditemukan delapan rumah yang mengalami retakan ringan," ujarnya.

Pihak berwenang mencatat gempa utama terjadi di Provinsi Parinacochas. Sekitar tiga jam setelah guncangan pertama, wilayah tersebut kembali diguncang gempa susulan dengan magnitudo 4,2. Hingga saat ini, tim tanggap darurat masih melakukan pemantauan di lokasi terdampak untuk memastikan keamanan warga.

Terdapat perbedaan data teknis mengenai kekuatan gempa di wilayah tersebut. United States Geological Survey (USGS) mencatat gempa di wilayah tengah Peru berkekuatan magnitudo 6,7 dengan kedalaman 99 kilometer di bawah permukaan tanah. Sementara itu, Institut Geofisika Peru (IGP) sebelumnya mengestimasi kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,2.

Peru merupakan negara yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik atau Pacific Ring of Fire, sebuah wilayah yang dikenal memiliki aktivitas seismik tinggi. Sekitar 85 persen dari seluruh aktivitas seismik global tercatat terjadi di kawasan ini. Pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Iklan

News