Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data dari Pos Pantau GAK di Pasauran, Kecamatan Cinangka, tercatat ratusan kali erupsi terjadi, yang menempatkan gunung api tersebut pada status Siaga atau Level III.
Hingga Selasa (25/8), Petugas Pemantau GAK pada Pos Pantau Pasauran, Anggi Nuryo Saputro, mencatat telah terjadi 143 kali erupsi. Aktivitas vulkanik ini didominasi oleh gempa vulkanik dan hingga saat ini belum terdeteksi adanya gempa tektonik di sekitar area pos pantau. Sebaran abu vulkanik terpantau mengarah ke wilayah Lampung dan Pulau Sebesi.
Meski aktivitas vulkanik terpantau tinggi, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang memastikan bahwa destinasi wisata di wilayah pesisir, khususnya Anyer dan Cinangka, tetap dalam kondisi aman untuk dikunjungi wisatawan. Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, menekankan bahwa jarak antara lokasi erupsi dengan kawasan wisata pantai masih sangat jauh.
"Untuk pantai Anyer Cinangka masih aman, sebab peringatan yang dikeluarkan itu dilarang mendekat dalam radius tiga kilometer, tidak boleh ada wisatawan mendekat ke GAK. Sehingga, masih terbilang aman karena jaraknya jauh," ujar Anas saat ditemui di depan gedung Setda Kabupaten Serang, Rabu (26/8).
Anas mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tetap tenang dan tidak mudah panik menghadapi kondisi tersebut. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan kesiapsiagaan di lokasi wisata, termasuk penyediaan jalur evakuasi yang memadai bagi pengunjung.
Pemerintah daerah terus melakukan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat pesisir agar tetap waspada. Meski tingkat kunjungan ke pantai dilaporkan masih stabil, Disporapar mengakui adanya dampak psikologis yang menyebabkan sebagian wisatawan membatalkan pemesanan hotel. Pihak berwenang menegaskan kembali larangan bagi masyarakat maupun wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah Anak Krakatau.