Gus Yahya Siapkan LPJ Tebal 1.000 Halaman untuk Muktamar NU

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf saat memberikan keterangan pers terkait persiapan Muktamar NU.
Sumber gambar: SATU INDONESIA.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, mengumumkan bahwa laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode 2021-2026 telah rampung disusun. Dokumen tersebut disiapkan khusus untuk disampaikan dalam perhelatan Muktamar ke-35 NU.

Dokumen ini mencatat ketebalan yang signifikan, yakni hampir mencapai 1.000 halaman. Menurut Gus Yahya, volume dokumen yang sangat tebal tersebut merupakan cerminan dari dinamika serta tingginya intensitas program kerja yang dijalankan organisasi selama lima tahun terakhir.

Dalam keterangannya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Gus Yahya menjelaskan bahwa lonjakan volume laporan tersebut berbanding lurus dengan padatnya aktivitas organisasi. Ia menyebut berbagai kegiatan skala lokal hingga nasional telah dieksekusi sepanjang masa bakti kepengurusannya.

“Ya, alhamdulillah kita sudah siapkan. LPJ kita hampir 1.000 halaman, berapa ya. Memang karena kegiatan sangat padat selama 5 tahun ini, dan target-target yang diamanatkan oleh Muktamar ke-34 di Lampung juga hampir sepenuhnya terpenuhi” ujar Gus Yahya.

Gus Yahya juga menegaskan bahwa mayoritas target strategis yang diamanatkan dalam Muktamar ke-34 di Lampung telah berhasil direalisasikan. Selain itu, ia menyoroti keberhasilan penerapan digitalisasi dan modernisasi manajemen organisasi yang telah memberikan dampak nyata bagi struktur kepengurusan di tingkat wilayah maupun cabang.

“Sehingga saya kira para muktamirin, PW, PC juga merasakan apa yang sudah menjadi capaian-capaian, mereka sudah menikmati hal-hal baru yang kita introduksir, yang meningkatkan kinerja, mempermudah manajemen organisasi, dan lain sebagainya” tambahnya.

Dengan capaian tersebut, jajaran pimpinan PBNU menunjukkan sikap optimis bahwa laporan tersebut akan diterima dengan baik oleh para muktamirin. Dokumen setebal hampir seribu halaman itu diyakini memuat uraian komprehensif mengenai akuntabilitas serta transparansi yang telah dijalankan pengurus pusat selama masa jabatannya.

Meskipun demikian, dinamika dalam forum musyawarah tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini nantinya akan menjadi penentu akhir dari proses evaluasi laporan tersebut. Seluruh rangkaian sidang pleno dan komisi dalam muktamar mendatang akan menjadi ajang pengujian atas kinerja yang telah dipaparkan.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Iklan

News