Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi memperluas jangkauan promosi destinasi wisata selam Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, ke pasar mancanegara. Langkah strategis ini difokuskan untuk menarik minat wisatawan dari Malaysia dan Singapura agar berkunjung ke salah satu permata tersembunyi di Indonesia tersebut.
Upaya promosi ini diwujudkan melalui kegiatan bertajuk "Famtrip Marine Maratua 2026" yang berlangsung pada 10–15 Agustus 2026. Dalam rangkaian acara tersebut, Kemenpar mengundang sejumlah pengelola dive center asal Malaysia dan Singapura untuk merasakan langsung keindahan bawah laut Maratua.
Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah krusial untuk memperkenalkan potensi wisata bahari Indonesia kepada pelaku industri pariwisata regional. "Melalui kegiatan famtrip ini, para dive center dapat melihat dan merasakan secara langsung berbagai pengalaman wisata yang ditawarkan di Maratua, mulai dari potensi diving, akomodasi, hingga pengalaman wisata lainnya," ujar Ni Made Ayu Marthini.
Menurut Made, pengalaman langsung tersebut diharapkan menjadi referensi bagi para pelaku industri untuk memasukkan Pulau Maratua ke dalam paket wisata yang mereka tawarkan di pasar Malaysia dan Singapura. "Kami berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi mereka untuk memasukkan Maratua ke dalam paket wisata yang mereka tawarkan di pasar Malaysia dan Singapura," tambahnya.
Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar, Dedi Ahmad Kurnia, menegaskan bahwa Malaysia dan Singapura merupakan pasar yang sangat strategis bagi pariwisata Indonesia. Potensi tersebut tidak hanya dilihat dari jumlah kunjungan, tetapi juga peluang pengembangan segmen wisata minat khusus seperti diving.
"Malaysia dan Singapura merupakan pasar yang sangat strategis bagi pariwisata Indonesia, tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga dari peluang pengembangan berbagai segmen wisata. Salah satunya adalah wisata minat khusus seperti diving," ujar Dedi.
Selain fokus pada promosi, Kemenpar juga tengah menjalin koordinasi intensif untuk meningkatkan konektivitas udara guna mempermudah akses wisatawan dari kedua negara tersebut menuju Maratua. Sinergi pengembangan juga dilakukan bersama Danantara untuk memastikan destinasi dikembangkan secara berkelanjutan, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
"Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pengenalan destinasi, tetapi dapat berlanjut pada pengembangan produk dan pemasaran paket wisata Maratua di kedua pasar tersebut," ujar Made. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, pemerintah berharap hubungan antara pelaku industri pariwisata Indonesia dengan dive center di Malaysia dan Singapura dapat terus berkembang dan menghasilkan peluang kerja sama yang berkelanjutan.