Pemkot Bogor Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi 227 Ribu Siswa

Siswa mengikuti program cek kesehatan gratis yang diadakan oleh Pemkot Bogor di sekolah.
Sumber gambar: Bogorian.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi meluncurkan program Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah yang dilaksanakan secara serentak di 701 sekolah di wilayah Kota Bogor pada Rabu (26/8/2026). Inisiatif ini menyasar 227.045 siswa mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, saat meninjau pelaksanaan kegiatan di MAN 1 Kota Bogor, menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi berkualitas. Ia menyatakan, “Semangat tersebut sejalan dengan visi Bogor Beres, Bogor Maju untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, sejahtera, serta Kota Bogor yang lancar.”

Dalam program ini, para siswa mendapatkan serangkaian pemeriksaan kesehatan komprehensif, mulai dari pengukuran berat dan tinggi badan, tekanan darah, pemeriksaan mata, telinga, gigi, kadar gula darah, hemoglobin, hingga tes kebugaran. Selain pemeriksaan fisik, program ini juga mengedukasi siswa mengenai pola hidup sehat, gizi seimbang, dan aktivitas fisik.

Khusus bagi remaja putri usia 12 hingga 18 tahun, Pemkot Bogor menggalakkan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia. “Pemerintah Kota Bogor telah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah bagi remaja putri usia 12 sampai 18 tahun di jenjang SMP dan SMA atau sederajat. Setiap remaja putri dianjurkan mengonsumsi satu tablet per minggu untuk mencegah anemia,” jelas Denny.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, memaparkan bahwa program ini menjadi instrumen penting untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini. Berdasarkan data hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 65.706 siswa atau sekitar 28,9 persen dari total sasaran telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Capaian ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2025 yang telah menjangkau 115.543 anak.

Hasil pemeriksaan ini nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan intervensi kesehatan yang tepat di lingkungan sekolah. Beberapa temuan yang menjadi perhatian meliputi gangguan penglihatan, pendengaran, hingga indikasi kesehatan jiwa. “Temuan dari Cek Kesehatan Gratis menjadi dasar dalam menentukan intervensi kesehatan di sekolah. Salah satunya melalui Aksi Bergizi yang berfokus pada pencegahan anemia, peningkatan aktivitas fisik, dan pembiasaan sarapan dengan gizi seimbang,” ungkap Erna.

Denny Mulyadi menambahkan bahwa deteksi dini ini diharapkan mampu meminimalisir hambatan dalam tumbuh kembang dan prestasi belajar siswa. “Melalui deteksi dini, gangguan kesehatan dapat segera ditangani, sehingga tidak menghambat tumbuh kembang dan prestasi belajar anak-anak. Dengan menerapkan pola hidup sehat, aktif bergerak, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin memeriksakan kesehatan, serta disiplin minum Tablet Tambah Darah bagi remaja putri, kita mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas,” pungkasnya.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Iklan

News