Swayasa Prakarsa Resmi Buka Penawaran Awal IPO, Bidik Dana Rp45 Miliar

Gedung Bursa Efek Indonesia tempat pencatatan saham perdana perusahaan.
Sumber gambar: SATU INDONESIA.

PT Swayasa Prakarsa Tbk, sebuah perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset yang terafiliasi dengan ekosistem Universitas Gadjah Mada (UGM), resmi memasuki tahap penawaran awal atau bookbuilding dalam rangkaian penawaran umum perdana saham (IPO). Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan di tengah tantangan kinerja keuangan yang dihadapi.

Berdasarkan keterbukaan informasi, perseroan menawarkan maksimal 323 juta saham baru kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 30,30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah proses IPO rampung. Swayasa Prakarsa menetapkan kisaran harga penawaran awal pada rentang Rp130 hingga Rp140 per saham, dengan potensi perolehan dana bruto mencapai Rp45,22 miliar.

Masa penawaran awal dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 Agustus 2026. Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diperoleh pada 31 Agustus 2026. Dalam aksi korporasi ini, perusahaan telah menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Rencana IPO ini berlangsung di tengah fluktuasi kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang tahun 2025, pendapatan usaha Swayasa Prakarsa tercatat sebesar Rp7,12 miliar, mengalami penurunan 30,25% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp10,21 miliar. Penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya penjualan produk Ventilator V-01. Meskipun perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,42 miliar pada 2025, angka tersebut turun 58,96% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tekanan kinerja masih berlanjut hingga awal 2026. Hingga 28 Februari 2026, perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp570,59 juta, berbalik dari kondisi rugi bersih Rp978,70 juta pada periode yang sama di tahun 2025. Dari sisi neraca, total liabilitas per 28 Februari 2026 tercatat sebesar Rp14,46 miliar, sementara ekuitas perusahaan berada di angka Rp17,32 miliar.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 2 hingga 8 September 2026. Penjatahan saham dijadwalkan pada 8 September, diikuti dengan distribusi saham dan pengembalian dana pemesanan pada 9 September. Pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan berlangsung pada 10 September 2026.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Iklan

News