Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan bahwa seluruh aktivitas kepariwisataan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, tetap berjalan normal dan aman bagi wisatawan. Pernyataan resmi ini disampaikan menyusul adanya kekhawatiran publik terkait kondisi destinasi wisata unggulan tersebut pasca terjadinya gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur.
Pihak Kemenpar menekankan bahwa keselamatan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama dalam operasional seluruh destinasi wisata di Indonesia. Hingga saat ini, otoritas terkait terus melakukan pemantauan intensif di lapangan untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas pendukung pariwisata tetap dalam kondisi layak dan aman untuk dikunjungi.
Sebelumnya, sempat beredar informasi mengenai kondisi pesisir pantai di Labuan Bajo yang mengalami fenomena surut air laut sesaat setelah gempa terjadi. Fenomena tersebut sempat dilaporkan oleh warga setempat dan memicu kewaspadaan di kalangan wisatawan yang sedang menginap di sejumlah hotel di kawasan tersebut.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah memastikan bahwa koordinasi dengan instansi terkait terus diperketat. Saat ini, destinasi wisata Labuan Bajo dinyatakan tetap terbuka untuk umum. Para pelaku industri pariwisata diimbau untuk terus mengikuti arahan resmi dari pemerintah maupun lembaga berwenang guna menjaga keamanan serta kenyamanan para pengunjung.
Bagi wisatawan yang telah merencanakan perjalanan ke Labuan Bajo, Kemenpar mengimbau agar tetap tenang dan terus memantau informasi resmi dari kanal-kanal pemerintah. Hingga laporan ini diturunkan, tidak ada kebijakan penutupan destinasi wisata yang diberlakukan, dan seluruh layanan pendukung pariwisata dilaporkan tetap beroperasi seperti biasa.