Pasar Hewan Jonggol Resmi Jadi Pusat Perdagangan Ternak Bogor

Aktivitas perdagangan di Pasar Hewan Jonggol yang kini menjadi pusat perdagangan ternak di Kabupaten Bogor.
Sumber gambar: Bogorian.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor secara resmi menetapkan Pasar Hewan Jonggol sebagai pusat perdagangan ternak utama di wilayah tersebut. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat tata niaga serta memperluas akses pasar bagi para peternak maupun pelaku usaha peternakan di Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dikanak) Kabupaten Bogor, Nurhayati, menjelaskan bahwa penetapan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam upaya memperkuat sektor peternakan melalui penyediaan sarana perdagangan yang representatif. Pembangunan pasar ini juga selaras dengan Keputusan Bupati Bogor mengenai Penetapan Pekerjaan Strategis Kabupaten Bogor Tahun 2026.

"Pasar Hewan Bogor ini dibangun untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi tata niaga, dan akses pasar bagi para peternak serta pelaku usaha peternakan," kata Nurhayati di Jonggol, Selasa (25/8/2026).

Pasar Hewan Jonggol kini beroperasi secara rutin setiap hari Senin dan Kamis. Fasilitas ini memiliki kapasitas tampung yang cukup besar, yakni mampu menampung hingga 700 ekor sapi dan kerbau, serta 250 ekor kambing dan domba dalam satu hari operasional. Saat ini, tercatat sekitar 70 pedagang, baik dari wilayah Kabupaten Bogor maupun daerah lainnya, telah aktif melakukan transaksi di lokasi tersebut.

Selain area transaksi, pasar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk menjamin kenyamanan dan keamanan perdagangan. Fasilitas tersebut mencakup kandang ternak, ruang pemeriksaan kesehatan hewan, hingga hotel hewan sebagai tempat penitipan ternak.

Nurhayati menegaskan bahwa penyediaan fasilitas kesehatan hewan menjadi prioritas Pemkab Bogor untuk menciptakan iklim perdagangan yang lebih tertib. "Selain menjadi tempat transaksi, pasar ini juga memiliki fasilitas pemeriksaan kesehatan hewan. Ini penting untuk mendukung perdagangan ternak yang lebih tertib, aman, dan memenuhi aspek kesehatan hewan," ujarnya.

Pemerintah daerah berharap, kehadiran Pasar Hewan Jonggol dapat menjadi simpul ekonomi yang efektif bagi masyarakat. "Harapannya, pasar ini dapat menjadi salah satu simpul perdagangan ternak di Kabupaten Bogor yang mampu mempertemukan peternak, pedagang, dan konsumen dengan sistem perdagangan yang lebih baik," tambah Nurhayati.

Ke depan, Pemkab Bogor akan terus melakukan pemantauan agar operasional pasar berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas peternakan lokal sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para pelaku di rantai pasok peternakan.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Iklan

News