Pemerintah Kabupaten Bogor tengah mematangkan rencana strategis untuk memperluas layanan transportasi publik berbasis bus listrik. Langkah ini diambil guna memperkuat jaringan angkutan umum sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah Bumi Tegar Beriman.
Rencana pengembangan ini didasari oleh keberhasilan uji coba operasional bus listrik pada koridor Bojonggede-Sentul. Berdasarkan evaluasi pemerintah daerah, tercatat sebanyak 28 ribu penumpang telah memanfaatkan moda transportasi ramah lingkungan tersebut dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang menyiapkan rute baru yang lebih luas. Beberapa jalur yang dipersiapkan mencakup konektivitas antara Cibinong dengan Kebun Raya Bogor, serta jalur Cibinong-Stadion Pakansari menuju Margo City di Depok. Selain itu, Pemkab Bogor juga merancang koridor dari kawasan Stadion Pakansari menuju Puncak hingga mencapai perbatasan dengan Kabupaten Cianjur.
“Kami meminta ada beberapa unit yang dikhususkan untuk armada pariwisata,” ujar Rudy Susmanto.
Dalam upaya merealisasikan rencana tersebut, Pemkab Bogor menerapkan skema kerja sama dengan pihak swasta. Strategi ini dipilih agar pengadaan maupun pengoperasian armada tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah daerah akan memfokuskan peran pada penyediaan infrastruktur pendukung, seperti lahan parkir dan stasiun pengisian daya.
“Kami persiapkan lahan parkir, stasiun charger juga kami persiapkan, lalu SDM kami kolaborasikan dengan SDM yang ada di Kabupaten Bogor , sehingga bagaimana caranya meminimalisir anggaran APBD yang keluar,” tambahnya.
Selain rute wisata, Pemkab Bogor juga membuka opsi penambahan koridor reguler dari Bojonggede menuju kawasan Exit Tol Citeureup. Namun, rencana ini masih dalam tahap pengkajian mendalam dengan mempertimbangkan keberadaan angkutan umum konvensional yang sudah beroperasi di jalur tersebut.
Terkait hal itu, Bupati menegaskan pentingnya komunikasi dengan para pelaku usaha transportasi lokal agar inovasi ini tidak menimbulkan gesekan ekonomi di lapangan.
“Kami meminta segera dikomunikasikan terlebih dahulu dengan beberapa pengusaha angkutan yang ada. Kami ingin ekonomi tetap bergerak dan terobosan baru tidak mengganggu dunia usaha yang sudah ada lebih awal,” pungkasnya.