Iklan

Iklan

,

Iklan

Fashion

Polisi Usut Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta Jakarta Selatan

Global Netizen Indonesia
, 8/09/2026 WIB Last Updated 2026-08-09T01:15:09Z
Garis polisi terpasang di lokasi kejadian perkara untuk kepentingan penyelidikan.
Ilustrasi AI berdasarkan referensi visual dari 20detik.

Polres Metro Jakarta Selatan tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait penemuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta yang berlokasi di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Temuan ini mencakup berbagai jenis senjata, mulai dari revolver hingga senjata rakitan, yang tersimpan di sebuah ruangan menyerupai gudang.

Benda-benda berbahaya tersebut ditemukan tergeletak di atas styrofoam dalam kondisi yang memicu perhatian publik. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berupaya mengusut asal-usul, status kepemilikan, serta peruntukan senjata-senjata tersebut di lingkungan pendidikan.

Di balik penemuan tersebut, muncul dugaan kuat adanya konflik internal yang melibatkan pihak yayasan sekolah. Alhadid Endar Putra, kuasa hukum dari mantan ketua yayasan berinisial IWD, mengungkapkan bahwa permasalahan ini berakar dari sengketa yayasan yang saat ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Menurut Alhadid, yayasan tersebut kini dikuasai oleh kubu pengurus lain berinisial N sejak April 2026. Ia mengklaim bahwa temuan senjata tersebut sengaja dibawa ke ranah publik sebagai bagian dari dinamika konflik antar-pembina yayasan. “Habis itu ini gara-gara ada sengketa yayasan nah, akhirnya ya beginilah, semua di bawa-bawa kayak seakan-akan hal yang baru diketahui. Padahal mereka juga udah tahu. Jadi ini sebenarnya intinya adalah sengketa antara tiga pembina. Mereka itu yang menguasai fisik yayasan ini saat ini adalah kubunya Ibu N. Nah, dia itu menguasai termasuk rekening dia atas nama pribadi juga sekarang dipakai,” ujar Alhadid saat dihubungi, Kamis (6/8).

Terkait ratusan senjata yang ditemukan, Alhadid memberikan klarifikasi bahwa sebanyak 995 unit senjata yang ditemukan merupakan jenis airsoft gun yang diklaim memiliki izin resmi. Ia menjelaskan bahwa senjata tersebut merupakan bagian dari inventaris PT Lokta Karya Perbakin yang disimpan di sekolah sejak tahun 2020 untuk keperluan kegiatan ekstrakurikuler menembak.

“Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya,” kata Alhadid. Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut sebelumnya telah disepakati dan diketahui oleh pihak sekolah. Namun, ia menegaskan bahwa senjata api (senpi) yang ditemukan di lokasi berbeda dengan inventaris airsoft gun milik PT Lokta Karya Perbakin.

Alhadid menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan klarifikasi kepada pihak Polres Metro Jakarta Selatan mengenai kepemilikan senjata api tersebut. Ia mengklaim mengetahui sosok pemilik senjata api tersebut dan telah menyerahkan bukti izin yang relevan kepada penyidik.

Di sisi lain, Alhadid membantah keterlibatan pihaknya terkait temuan barang lain di lokasi, seperti narkoba maupun cakram padat (CD) yang diduga berisi konten pornografi. Ia menegaskan bahwa sejak April 2026, pengelolaan fisik sekolah sepenuhnya berada di bawah kendali kubu pengurus yayasan yang lain, sehingga pihaknya tidak bertanggung jawab atas barang-barang yang ditemukan di luar inventaris resmi yang mereka miliki.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak terkait untuk memastikan legalitas seluruh senjata yang ditemukan dan mendalami motif di balik penyimpanan barang-barang tersebut di area sekolah.

Terbaru Lainnya

TERKINI LAINNYA
REGIONAL

Breaking News