Aksi tawuran warga yang pecah di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (21/8/2026) sore, berdampak signifikan terhadap operasional moda transportasi publik. Gangguan keamanan ini memaksa perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota dan sebaliknya dihentikan sementara.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi bahwa penghentian operasional tersebut merupakan langkah preventif guna menjamin keselamatan pengguna jasa dan keamanan perjalanan kereta. “Perjalanan Commuter Line Bogor arah Manggarai maupun dari arah Tebet perjalanannya dihentikan sementara. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan pengguna dan juga keamanan perjalanan Commuter Line,” ujar Leza dalam keterangannya.
Akibat insiden tersebut, sebanyak 14 perjalanan KRL—yang terdiri dari 8 perjalanan tujuan Jakarta Kota dan 6 perjalanan tujuan Bogor—sempat tertahan di sekitar lokasi kejadian hingga pukul 17.00 WIB. Petugas pengamanan KAI Commuter segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mensterilkan jalur rel agar operasional dapat kembali normal.
Setelah situasi di lokasi dinyatakan kondusif, perjalanan KRL mulai dioperasikan kembali secara bertahap. “Jalur Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota dan sebaliknya telah dapat dilewati kembali di jam 17.59,” tambah Leza.
Meski jalur telah dibuka kembali, dampak dari penghentian sementara tersebut masih terasa hingga malam hari. Pantauan di Stasiun Manggarai sekitar pukul 19.30 WIB menunjukkan penumpukan penumpang yang cukup padat di peron 11-12. Banyak calon penumpang yang hendak menuju Bogor terpaksa menunggu rangkaian kereta berikutnya karena gerbong yang tiba sudah dalam kondisi penuh.
Salah seorang penumpang, Meta (23), mengungkapkan bahwa gangguan tersebut membuat durasi perjalanannya pulang ke Bogor menjadi lebih lama dari biasanya. “Iya nih nunggu kereta selanjutnya saja. Tadi masih penuh banget,” ujarnya saat berada di stasiun.
Pihak KAI Commuter terus mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tetap mengikuti arahan petugas di stasiun dan tidak memaksakan diri masuk ke dalam gerbong yang sudah padat. Masyarakat yang hendak bepergian diimbau untuk memantau informasi operasional terkini melalui media sosial resmi @commuterline atau aplikasi C-Access guna menghindari penumpukan lebih lanjut.