Warga Geruduk Pabrik Minuman Beralkohol di Citeureup Bogor

Warga melakukan aksi unjuk rasa menuntut penutupan pabrik minuman beralkohol di Citeureup, Kabupaten Bogor.
Sumber gambar: Bogorian.

Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik minuman beralkohol milik PT Inti Tirta Sari Makmur yang berlokasi di Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Massa menuntut penghentian total kegiatan produksi di pabrik tersebut karena dinilai memberikan dampak negatif bagi moralitas dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Dalam aksi yang berlangsung di lokasi pabrik, para pengunjuk rasa memasang spanduk bertuliskan 'Pabrik Ini Disegel Masyarakat dan Ummat' pada gerbang utama perusahaan. Selain menuntut penutupan, massa juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera mencabut izin operasional perusahaan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Orator aksi, Habib Iye Al Jufri, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan upaya perlindungan terhadap generasi muda dari pengaruh minuman keras. "Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan semata-mata untuk penyelamatkan anak bangsa dari bahaya minuman beralkohol ," ujar Habib Iye Al Jufri dalam orasinya.

Selain menyoal dampak sosial, massa aksi juga menyoroti dugaan pelecehan terhadap simbol agama dalam promosi produk minuman beralkohol pada sebuah festival musik. Mereka menuntut pertanggungjawaban dari pihak produsen serta penyelenggara acara terkait insiden tersebut. Tuntutan lainnya mencakup desakan agar pemerintah melakukan pengawasan lebih ketat terhadap peredaran minuman beralkohol serta melarang promosi produk tersebut di tempat umum.

Hingga saat ini, pihak keamanan masih terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi pabrik untuk memastikan situasi tetap kondusif dan arus lalu lintas di sekitar Citeureup tetap berjalan lancar. Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan segera mengambil langkah kebijakan konkret guna merespons tuntutan warga tersebut.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Iklan

News