WinX dan Reku Uji Coba AI Robo Advisor untuk Aset Kripto

Ilustrasi kerja sama teknologi AI Robo Advisor antara WinX dan Reku untuk perdagangan aset digital.
Sumber gambar: SATU INDONESIA.

Perusahaan teknologi infrastruktur AI, WinX (PT Pandawa Sakti Digital), resmi menjalin kerja sama strategis dengan platform investasi Reku (PT Rekeningku Dotcom Indonesia). Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk menguji pemanfaatan teknologi AI Robo Advisor dalam ekosistem perdagangan aset keuangan digital di Indonesia.

Kesepakatan tersebut dilakukan di sela-sela perhelatan Coinfest Asia 2026 yang berlangsung di Bali pada 21 Agustus 2026. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam platform Reku guna membantu investor, baik pemula maupun profesional, dalam menavigasi dinamika pasar aset digital yang kompleks.

Direktur Utama PT Pandawa Sakti Digital, Mikhail Hermawan, menyatakan bahwa integrasi teknologi ini dirancang untuk mempermudah pengguna dalam menganalisis kondisi pasar, mengidentifikasi peluang perdagangan, serta menyusun strategi transaksi yang lebih terukur. Fokus pengujian mencakup penggunaan AI pada berbagai produk, termasuk derivatif aset kripto yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.

"Pertumbuhan investor aset kripto di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap teknologi yang dapat membantu investor dalam memahami dan merespons dinamika pasar juga semakin besar. Melalui kerja sama dengan Reku, kami ingin menguji bagaimana teknologi infrastruktur AI Robo Advisor dapat digunakan untuk membantu investor mengambil keputusan perdagangan secara lebih terukur, terutama pada produk derivatif yang memiliki tingkat kompleksitas dan risiko lebih tinggi," ujar Mikhail Hermawan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan signifikan dalam sektor ini, dengan jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 22,69 juta orang per Juni 2026. Nilai transaksi pada periode tersebut tercatat sebesar Rp 28,58 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar 24,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Saat ini, OJK juga telah memberikan perizinan kepada 26 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) di Indonesia.

Hingga saat ini, WinX dan Reku masih berada dalam tahap pengujian teknologi untuk memastikan efektivitas serta keamanan sistem sebelum diimplementasikan secara luas kepada pengguna. Pengembangan ini sejalan dengan tren adopsi teknologi fintech yang semakin masif di Asia Tenggara, di mana otomatisasi analisis data menjadi kunci dalam meningkatkan pengalaman pengguna di sektor keuangan digital.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Iklan

News