KATAMEDIA.Eu.Org - Jakarta - Inflasi medis di Indonesia telah mencapai level tertinggi sejarah pada tahun 2026, dengan angka 17,8%. Tantangan ini memicu kepanikan di antara masyarakat karena biaya perawatan kesehatan semakin melampaui kemampuan finansial banyak keluarga.
Sebagai respons terhadap situasi ini, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) secara resmi meluncurkan produk asuransi jiwa tradisional bernama PRUCare 360 Syariah. Lanzan ini dirancang untuk memberikan perlindungan penuh hingga usia 80 tahun, menargetkan terutama kelompok yang disebut "sandwich generation" — individu usia produktif yang harus mengurus kebutuhan orang tua sekaligus membangun masa depannya sendiri.
Produk ini hadir dengan dua opsi plan: Plan Prime dan Plan Classic. Setiap plan menawarkan manfaat unik untuk memudahkan pengelolaan risiko kesehatan dan keuangan.
Menurut Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, „Hidup terus berganti fase, dan setiap fase membawa kebutuhan yang berbeda. Namun, perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga seharusnya tidak ikut berhenti“.
Dana Usia Non-Produktif merupakan fitur khas PRUCare 360. Menurut Chief Product and Health Officer Prudential Syariah, Ika Meynita, „Di usia produktif, Peserta mendapatkan perlindungan jiwa dan dukungan untuk kebutuhan rawat inap (khusus Plan Prime). Saat memasuki usia non-produktif, Peserta memiliki Dana Usia Non-Produktif yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel untuk kebutuhan perawatan kesehatan, tanpa proses underwriting ulang di titik transisi“.
Data BKKBN melalui Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 menunjukkan bahwa 33,98% keluarga di Indonesia hidup bersama lansia. Ini menegaskan urgensinya untuk memiliki solusi asuransi yang mampu menangani kompleksitas perawatan kesehatan generasi baru.
Artikel ini mengutip informasi dari SATU INDONESIA, Warta Ekonomi, dan beberapa lembaga media terkini yang mendokumentasikan peluncuran produk ini serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia.
Sebagaimana dikutip dari SATU INDONESIA, “Hidup terus berganti fase, dan setiap fase membawa kebutuhan yang berbeda. Namun, perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga seharusnya tidak ikut berhenti,”