Strategi PSSI Cetak Bintang Masa Depan Lewat Timnas Putri U-17

Pemain Timnas Putri U-17 Indonesia saat menjalani sesi latihan dan pertandingan internasional.
Sumber gambar: SATU INDONESIA.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kini tengah memfokuskan pengembangan talenta sepak bola putri usia muda melalui program yang terstruktur. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan para pemain muda Indonesia memiliki daya saing yang kuat di kancah internasional.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa federasi berkomitmen memberikan dukungan nyata agar para pemain mendapatkan pengalaman bertanding dan berlatih di level global. Salah satu realisasi dari program tersebut adalah kolaborasi dengan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) untuk mengadakan pemusatan latihan di Clairefontaine, Prancis, pada 3–9 Mei 2026.

“Dukungan PSSI hadir dalam bentuk pengalaman nyata di dalam dan luar negeri,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Setelah menimba ilmu di Prancis, para pemain muda Indonesia kembali diuji kemampuannya dalam turnamen Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026. Ajang tersebut diselenggarakan pada 14–23 Agustus di Supersoccer Arena, Kudus, dengan melibatkan delapan tim dari tujuh negara Asia. Dalam turnamen ini, Indonesia menurunkan dua tim, yakni Garuda Pertiwi yang dilatih oleh Timo Scheunemann dan Putri Nusantara yang ditangani oleh Takumi Taniguchi.

Menurut Erick, turnamen internasional seperti ini menjadi sarana krusial bagi pemain untuk mengasah aspek teknis, pemahaman taktik, hingga pembentukan mentalitas menghadapi tekanan pertandingan. Ia menekankan bahwa kesempatan untuk berhadapan dengan tim dari negara lain memiliki nilai yang setara dengan hasil akhir di lapangan.

Pemain Garuda Pertiwi, Ayla Dva Khala Ahisma, mengungkapkan bahwa rangkaian pengalaman internasional tersebut memberikan pemahaman baru mengenai tuntutan sepak bola di level elite. Baginya, kesempatan mewakili Indonesia di ajang internasional merupakan kebanggaan sekaligus motivasi besar.

“Rasanya bangga sekali bisa mendapat kesempatan mewakili Indonesia di turnamen internasional,” ujar Ayla. Ia menambahkan bahwa pengalaman berlatih di lingkungan sepak bola Prancis serta bertanding di Kudus telah memicu semangatnya untuk terus bekerja keras. “Pengalaman ini membuat kami ingin terus belajar, bekerja keras, dan membuktikan bahwa talenta muda Indonesia siap berkembang,” kata Ayla.

Program berkelanjutan yang dijalankan PSSI ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi kemajuan sepak bola putri Indonesia di masa depan, sekaligus mencetak generasi pemain yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Iklan

News