Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia tengah mempercepat pengembangan ekosistem kesehatan berbasis digital yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas hidup serta menjaga produktivitas kelompok lanjut usia (lansia). Inisiatif ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam merespons perubahan demografi nasional.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menjelaskan bahwa Indonesia saat ini sedang memasuki era demografi baru. Proporsi penduduk lansia di tanah air mengalami peningkatan signifikan, dari 7,6 persen pada tahun 2010 menjadi 11,9 persen pada 2025, dan diproyeksikan akan mencapai 20 persen pada tahun 2045.
"Artinya, lebih dari 34 juta orang di 16 provinsi telah memasuki tahap populasi menua, sebuah transformasi yang akan membentuk ulang sistem kesehatan, keluarga, dan masyarakat kita," ujar Imran di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurut data Kemenkes, meskipun 95 persen lansia masih dalam kondisi mandiri, terdapat sekitar lima persen yang berada dalam kondisi ketergantungan dengan tingkat yang berbeda-beda. Selain itu, risiko kesehatan seperti obesitas sentral, diabetes, kurangnya aktivitas fisik, hingga masalah kesehatan gigi masih menjadi tantangan utama bagi kelompok usia ini.
Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, Kemenkes mengoptimalkan platform SatuSehat. Ekosistem digital terpadu ini menghubungkan tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, serta warga untuk menciptakan standarisasi data kesehatan dan integrasi big data yang mampu menghasilkan wawasan secara real-time.
Imran menambahkan bahwa pengembangan ekosistem ini memiliki dampak luas bagi ekosistem pendukung kesehatan lansia. "Ekosistem ini memberdayakan pengasuh, meningkatkan layanan berbasis rumah dan komunitas, serta mendukung riset dan kebijakan nasional terkait demensia," jelasnya.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan akses layanan kesehatan bagi lansia yang selama ini masih tertinggal dalam literasi digital dibandingkan generasi muda. Selain inisiatif pemerintah, sektor swasta juga turut berkontribusi melalui inovasi teknologi, seperti sistem deteksi jatuh melalui ponsel dan platform inklusif untuk perawatan demensia yang mendukung riset nasional.
Kemenkes terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan infrastruktur digital ini dapat menjangkau hingga ke tingkat pelayanan kesehatan dasar di seluruh daerah. Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu dari sisi medis, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan yang lebih baik bagi keluarga yang mendampingi para lansia agar mereka dapat menua dengan sehat dan tetap produktif.