Iklan

Iklan

,

Iklan

Fashion

Yudo Margono Ajak Purnawirawan TNI AL Tetap Mengabdi untuk Negara

Global Netizen Indonesia
, 8/09/2026 WIB Last Updated 2026-08-09T01:17:32Z
Mantan Panglima TNI Yudo Margono saat memimpin kegiatan ziarah di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Ilustrasi AI berdasarkan referensi visual dari Kompas.com.

Mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Yudo Margono menekankan pentingnya peran purnawirawan untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara meskipun telah memasuki masa pensiun. Pernyataan tersebut disampaikan Yudo di sela-sela kegiatan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/8/2026). Sebagai Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL), Yudo mengajak para anggota untuk tetap produktif dan tidak sekadar beristirahat setelah menyelesaikan masa dinas aktif. Menurutnya, pengabdian kepada negara tidak dibatasi oleh status kedinasan maupun seragam yang dikenakan.

“Kami mengajak pada seluruh purnawirawan, setelah purna ini jangan hanya berhenti saja. Istilahnya jangan istirahat, tetapi tetap mengabdi,” kata Yudo di TMP Kalibata, Jumat (7/8/2026). Yudo menjelaskan bahwa salah satu bentuk pengabdian nyata yang dilakukan oleh para purnawirawan adalah melalui pemberian kajian dan masukan strategis kepada jajaran TNI Angkatan Laut yang masih aktif. Kontribusi ini dinilai krusial, terutama di tengah modernisasi kekuatan militer Indonesia yang ditandai dengan penambahan kapal perang serta berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) baru.

Para purnawirawan, lanjut Yudo, memanfaatkan pengalaman panjang mereka selama berdinas untuk memberikan saran terkait operasional alutsista. Kajian tersebut mencakup penyesuaian doktrin dan standar tempur agar selaras dengan teknologi alutsista yang kini lebih modern dibandingkan dengan perangkat yang digunakan pada masa lalu. Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ini menegaskan bahwa bagi TNI AL, pengabdian tidak hanya sebatas menggunakan pakaian dinas atau saat bertugas. “Kalau dalam bertugas, kita ada batasnya, sesuai dengan undang-undang. Namun pengabdian kita kepada negara dan bangsa tetap harus kita laksanakan dengan semangat,” ucap dia.

Meskipun demikian, Yudo memastikan bahwa keterlibatan PPAL dalam memberikan masukan tetap berada pada koridor yang tepat. Pihaknya tidak terlibat dalam pengambilan keputusan strategis maupun pelaksanaan operasi militer secara langsung. Peran purnawirawan terbatas pada penyampaian pemikiran dan saran berdasarkan pengalaman lapangan yang telah mereka lalui. “Kita para purna tentunya menyumbangkan pemikiran-pemikiran kepada Angkatan Laut, tentunya dengan adanya kapal-kapal yang ada ini, kita melaksanakan kajian-kajian bagaimana untuk melaksanakan operasi dengan berubahnya mungkin alutsista yang ada dari yang lama dulu,” tambahnya.

Kegiatan ziarah di TMP Kalibata tersebut dihadiri oleh sejumlah mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan jajaran pengurus PPAL. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara generasi purnawirawan dengan organisasi TNI AL yang sedang menjalankan tugas pertahanan negara. Hingga saat ini, PPAL terus aktif memberikan rekomendasi dan kajian untuk kepentingan TNI AL. Hal ini mencerminkan semangat pengabdian berkelanjutan yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para purnawirawan lainnya agar tetap memberikan manfaat bagi kemajuan institusi pertahanan nasional, mengingat TNI AL telah memiliki standar operasional dalam mengelola kapal perang, termasuk doktrin dan standar tempur untuk setiap jenis alutsista yang dioperasikan.

Terbaru Lainnya

TERKINI LAINNYA
REGIONAL

Breaking News