Pencarian ASN (Aparatur Sipil Negara) bernama Bayu Zulkarnaen yang diduga jatuh ke Sungai Cisadane, Kota Bogor, resmi dihentikan pada Rabu (19/8/2026) setelah operasi intensif berlangsung selama tujuh hari. Keputusan ini diambil oleh Unit Siaga SAR Bogor setelah tim gabungan melakukan upaya pencarian menggunakan berbagai metode, termasuk penyelaman, di area sungai hingga radius tujuh kilometer dari titik kejadian.
Koordinator Unit Siaga SAR Bogor, Muhammad Fazry, menjelaskan bahwa prosedur operasional standar (SOP) telah dijalankan maksimal. "Untuk total daerah pencarian kami dari titik awal itu mencapai tujuh kilometer," ujar Fazry kepada wartawan. Namun, hingga saat ini, tidak ada tanda terdeteksi korban. Meskipun operasi SAR dihentikan, pihaknya tetap melakukan pemantauan aktif. "Bukan berarti operasi ditutup, kami siap untuk membuka lagi jika ada informasi baru," tambahkan Fazry.
Keluarga Bayu, termasuk istri Arsiah, tetap berharap ketemu. "Masih yakin Bayu ditemukan," kata Arsiah saat menerima penjelasan dari tim SAR. Poster informasi orang hilang dengan foto Bayu telah disebarluaskan di sejumlah kawasan Bogor, termasuk Bogor Selatan.
Operasi SAR ini melibatkan 102 personel dari berbagai lembaga, seperti BPBD, pemerintah desa, dan pemerintah kota. Meskipun tidak ditemukan korban, tim tetap memantau area yang mungkin terkena gempa atau ban. Pelaporan dari Bogorian, RRI.co.id, dan Kompas.com mengonfirmasi bahwa pencarian tidak ditutup secara total, tetapi fokusnya beralih ke pemantauan.